Header Ads

Aghnan Pramudihasan
  • Breaking News

    Atlas Burung untuk Indonesia

    22 Agustus 2014
    Basecamp Bionic masih ramai dengan keberadaan orang-orang di dalamnya. Waktu pemberangkatan menuju Semarang yang dijadwalkan hari itu tepat pukul 14:30 WIB ternyata harus tertunda karena beberapa alasan. Menurut informasi sebelumnya, akan ada dua kloter pemberangkatan yaitu pukul 14:30 dengan menggunakan mobil Mas Swiss Winasis dan pukul 23:00 dengan motoran. Molor. Ya, mungkin memang sudah budaya yang sulit ditinggalkan. Setidaknya acaranya masih esok hari meskipun harus ditunda beberapa jam.
    The Aghnanisme - PPBI 2014 [Andri]
    Akhirnya, tepat pukul 20:00 kami (5 orang) berangkat. Di Magelang, muatan bertambah 2 orang. Waktu perjalanan yang kami perkirakan akan terhindar dari kemacetan ternyata salah. Namun setelah sekitar 4 jam perjalanan, sampailah kami di Universitas Diponegoro. Kata-kata yang muncul dari kami saat pertama memasuki Undip adalah luas, rimbun, gelap, dan banyak jalan.

    23 Agustus 2014
    Pukul 00:30 kami tiba di Laboratorium Biologi Undip. Lantai 3. Ya, di sana sudah ada Mas Imam dan panitia dari tuan rumah yang sebagian sudah tertidur. Di antara rak buku kami beristirahat.
    The Aghnanisme - PPBI 2014 [Andri]
    Pagi harinya, peserta dari berbagai daerah datang. Acara pun dimulai. Acara dibuka oleh pembawa acara dan sambutan dari ketua panitia acara PPBI IV. Setelah itu dilanjutkan dengan penyampaian materi mengenai pembuatan atlas burung di Yogyakarta, Baluran, dan Semarang.

    Materi mengenai Atlas Burung Daerah Istimewa Yogyakarta disampaikan oleh Mas Imam Taufiqurrahman. Beliau menyampaikan mengenai pengamatan burung di Jogja yang pernah dilakukan dan tercatat adalah pada tahun 1933. Dilanjutkan dengan perjalanan atlas burung Yogyakarta yang masih dibuat dengan menggunakan format excel lalu diperbaiki dengan menggunakan format flash. Data-data yang digunakan bersumber dari data para pengamat burung, fobi, postingan di sosial media, dll.
    The Aghnanisme - PPBI IV[Andri]
    Sekilas tampilan dari atlas burung Jogja ini adalah peta wilayah Yogyakarta yang mencakup Kulon Progo, Sleman, Yogyakarta, Bantul, dan Gunungkidul. Di peta Jogja ini tersebar titik-titik yang menjelaskan keberadaan burung yang fotonya dapat dilihat di pojok kiri bawah. Atlas burung Jogja ini menggunakan titik kordinat yang bisa dikatakan tidak memakai batas wilayah yang jelas untuk menunjukan keberadaan atau perjumpaan burung di lokasi tertentu sehingga cukup sulit bagi pendatang yang ingin mencari suatu jenis burung yang diinginkan.

    Materi kedua disampaikan Mas Swiss Winasis mengenai peta burung di Buku Burung-burung Taman Nasional Baluran yang pernah dibuatnya. Di peta ini terlihat adanya kotak-kotak (grid) yang berjumlah 25 yang masing-masing gridnya mewakili luas tertentu.

    Mas Swiss juga memperkenalkan aplikasi yang sangat direkomendasikan untuk mengambil titik kordinat perjumpaan burung. Aplikasi ini berbasis Android dan dapat diinstall secara gratis. Setelah saya coba, aplikasi ini sangat mudah dioperasikan. Hanya saja saya belum mencobanya di tempat yang tidak ada koneksi internet.

    Materi ketiga adalah atlas burung Semarang yang disampaikan oleh Pak Karyadi Baskoro. Atlas burung Semarang ini menggunakan batas administratif. Cara ini sangat mudah bagi pengamat burung yang tidak memiliki GPS karena hanya mengandalkan peta wilayah Semarang yang sudah dibagi-bagi mualai dari kecamatan sampai kelurahan/desa. Tiap batas dipisahkan dengan warna yang berbeda-beda sehingga memudahkan dalam menentukan titik atau blok.

    Selain ketiga materi di atas, Kang Ijo juga menceritakan pengalamannya saat berkecimpung di dunia perburungan. Beberapa cerita mengenai Bird Life dan Buku Red List yang terakhir dibuat.

    Setelah penyampaian di atas, masing-masing simpul ditanya progres dan kendala dari proses pembuatan atlas burung Indonesia yang bisa dibilang tidak berjalan. Ternyata cukup banyak kendala yang ditemukan. Kendala utamanya adalah teknik eksekusinya. Hal ini dikarenakan koordinator masing-masing simpul masih kebingungan dalam mengakomodasi dan mengirim data yang formatnya belum ditentukan. Selain itu, tidak adanya tim khusus yang bertugas mengakomodasi dan mengolah data sehingga tidak ada hasil yang diperoleh.
    The Aghnanisme - PPBI 2014 [Panitia]
    The Aghnanisme - PPBI 2014 [Panitia]
    Solusi dan keputusan bisa dilihat di sini.

    Salam 200 meter,

    @Aghnanisme
    7de98cf2

    No comments

    Terima kasih sudah berkunjung.
    Tinggalkan komentar Anda dan kami akan mengunjungi halaman Anda.