Header Ads

Aghnan Pramudihasan
  • Breaking News

    Soaring Si Bido Sejajar dengan Embung Nglanggeran

    Kebun Buah Nglanggeran merupakan salah satu objek wisata di Gunung Kidul. Letaknya di Desa Wisata Nglanggeran satu lokasi dengan Gunung Api Purba yang lebih dikenal banyak orang. Hanya butuh waktu sekitar 45 menit dari Kota Yogyakarta untuk sampai ke tempat ini.
    Embung Kebun Buah Nglanggeran
    Tempat ini menyuguhkan pemandangan yang bagus. Di sisi utara, teibing-tebing bebatuan dan diselingi beberapa pohon tinggi menjulang ke atas. Di sisi selatan, hamparan hutan dapat terlihat dari atas sejauh mata memandang.

    Di bagian timur, tangga dari batu berderet ke atas. Jika menaiki tangga-tangga ini kita akan sampai di embung, kubangan air seperti waduk yang beralaskan deklit berukuran sekitar 500 meter persegi.
    Kebun Buah Nglanggeran
    Tarif untuk memasuki Kebun Buah Nglanggeran adalah Rp 6.000,- untuk satu orang.

    Sayang sekali, tempat ini masih dirasa belum cukup nyaman dikunjungi. Akses untuk menuju lokasi ini masih berupa jalan corblok yang tidak rata bahkan terlihat bebatuan tajam di beberapa tempat.
    Kebun Buah Nglanggeran
    Di bagian embung, terdapat beberapa Walet (Collocalia sp.) yang terbang di atas embung lalu menceburkan perutnya di permukaan air. Entah mereka minum atau hanya sekedar membersihkan badan. Sempat mengira mereka mengambil ikan yang berada di embung, namun setelah diamati lebih detail ukuran ikan di embung tidak memungkinkan untuk dimakan Burung walet dan menurut teori hanya memakan serangga.

    Sempat terlihat juga Elang ular bido (Spilornis cheela) yang memiliki suara khas "kliu-kliu"nya. Karena berada di tempat yang lebih tinggi dan juga jauh, bentuk sayap pada saat terbang tidak begitu terlihat jelas. Namun, dengan mata telanjang pun masih bisa terlihat cara burung ini soaring.

    Beberapa Bondol jawa (Lonchura leucogastroides) dan Cucak kutilang (Pycnonotus aurigaster ) yang mudah diidentifikasi tanpa binokuler juga banyak di lokasi ini. Ada juga jenis burung pelatuk dan raja udang atau cekakak karena sempat beberapa kali terdengar suaranya.
    Gunung Api Purba dari Kebun Buah Nglanggeran
    Gunung Api Purba dari Kebun Buah Nglanggeran
    Jika mengunjungi Kebun Buah Nglanggeran di siang hari, panasnya luar biasa. Belum banyak pohon dan tumbuhan yang tinggi untuk sekedar tempat berteduh. Gazebo yang disediakan juga masih sedikit. Tempat parkir pun masih terbuka. Namun, lantai parkir sudah dikonblok sehingga cukup nyaman untuk dilewati kendaraan.
    Embung Kebun Buah Nglanggeran
    Embung Kebun Buah Nglanggeran
    Pohon buah yang terlihat hanya pohon durian yang masih setinggi satu meter. Mungkin masih butuh waktu beberapa tahun lagi untuk menunggu pohon ini berbuah.

    Salam cebok,

    @Aghnanisme
    7DE98CF2

    4 comments:

    1. Emang beda ya pengamat burung dengan orang biasa. Bisa tau jenis2 burung yang berkeliaran di sekitar embung Nglanggeran. Keren, hehehe.

      Sayang populasi burungnya kurang banyak jadi nggak bisa teramati oleh orang awam semacam saya, hehehe.

      ReplyDelete
      Replies
      1. Saya masih amatiran kok, cuma lebih tertarik melihat pemandangan dan mendengar suara burung

        Sebenarnya ada bayak, hanya pada saat datang ke lokasi saya tidak membawa gear pengamatan karena niatnya cuma survei sebentar.

        Delete
    2. pemandangannya bagus. jadi pengen kesanaaaa :D

      ReplyDelete

    Terima kasih sudah berkunjung.
    Tinggalkan komentar Anda dan kami akan mengunjungi halaman Anda.